<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913</id><updated>2011-04-21T15:49:42.855-07:00</updated><category term='TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN'/><category term='use'/><category term='user'/><category term='ide'/><category term='Trans Jakarta busway.'/><category term='TEORI  PERENCANAAN PEMBANGUNAN'/><category term='characteristic'/><title type='text'>Bandung KOta Kembang</title><subtitle type='html'>Cerdas, Profesional, Bersih, Bangkit, Maju</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913.post-6743843351796774317</id><published>2009-01-15T16:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T16:34:40.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trans Jakarta busway.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='use'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='user'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='characteristic'/><title type='text'>TRAFFIC JAM IN JAKARTA</title><content type='html'>For anticipate the traffic jam that cause by highly mobility intensity from citizen in Jakarta, in 2004 The Government of DKI Jakarta has operated Trans Jakarta (busway). Knowledge of user characteristic and route characteristic are important information to repair city transportation assistance. The purpose of this  research is to indentify characteristic of Trans Jakarta busway’s user and Trans Jakarta daily use amount in workday and weekend. Donation is from distribution of questioner from first corridor to seventh corridor. Data analysis in this research is using ordinal probity model. Result of this research shows that male user is using BUSWAY mostly in workday. On the other side, high school educated and lower user, who lived in west side of Jakarta, and citizen who own two cars use BUSWAY in the opposite way. User who have temporary residence, like rent or flat, use BUSWAY less during weekend. User who owned motorcycle use BUSWAY more during weekend.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2105290809774803913-6743843351796774317?l=masendung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/6743843351796774317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2105290809774803913&amp;postID=6743843351796774317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/6743843351796774317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/6743843351796774317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/2009/01/traffic-jam-in-jakarta.html' title='TRAFFIC JAM IN JAKARTA'/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913.post-1864313895930890952</id><published>2008-12-25T06:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T06:21:19.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN'/><title type='text'>TRANSLETE CHAPTER 13 TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;TRANSLETE CHAPTER 13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;PERENCANAAN POLITIK YANG CERDAS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Sedikitnya terdapat beberapa jenis perencanaan umum yang sering digunakan, hanya yang dimaksud disini: Tanpa strategi atau model perencanaan dan strategi umpan balik memiliki pengertian secara politis telah melakukan suatu kecerobohan. Seluruh pembahasan buku ini menekankan fakta bahwa politik adalah satu bagian utuh dari proses perencanaan; itu tidak bisa disembunyikan di bawah meja gambar atau komputer, atau membiarkan tangan-tangan dari politikus-politikus yang tidak bertanggung jawab. Suatu ukuran dari politik cerdas bahwa seorang perencana harus menguasai segalanya supaya tujuan menjadi efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;John Levy mengharuskan agar ada suatu peta politik yang dapat memberikan suatu jawaban; perencanaan ini melibatkan isu-isu lingkungan masyarakat sekitar; isu-isu sering terlihat, dan mengkaitkan kepada tindakan warganegara seperti taruhan keuangan melalui bursa, menyertakan nilai lahan, biaya-biaya perumahan, pajak harta, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi status para warganegara. Pada kasus ini, hampir setiap keputusan perencanaan utama atau tindakan terhadap berpengaruh terhadap konsekuensi-konsekuensi yang mencolok bagi orang-orang. Meskipun keinginan yang dapat dimengerti untuk menguraikan hasil-hasil dari rencana-rencana yang diusulkan di dalam terminologi terdahulunya, di dalam pengaplikasian lapangan sangat sulit untuk dipraktekan; pengujian bersama biasanya mengungkapkan rencana tertentu bahwa, kebijakan, program, atau tindakan untuk menghasilkan suatu derajat tingkat lebih sedikit atau yang lebih besar, kedua-duanya mengalami kemenangan dan kerugian. Apapun bagi pihak yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menang dan merasa dirugikan terhadap perbedaan yang tidak mencolok, di dalam kasus manapun, perencana publik tidak bisa menghindari dari jeratan kekuatan politik yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Jika para ahli perencana menggunakan sistem politik secara efektif, mereka harus mampu "membaca" struktur dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebuah kekuasaan di dalam masyarakat tertentu. Sebagai contoh, apakah organisasi-organisasi dan lembaga institusi masyarakat yang paling kuat, dan siapa yang bertugas untuk mengendalikan keputusan-keputusan mereka? Adalah kekuasaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dipusatkan di dalam suatu piramida, dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keputusan-keputusan pengendalian individu atau keluarga-keluarga memiliki peranan utama, piramida ini digambarkan dalam sebuah variabel seperti pendidikan, ekonomi, pengembangan, agama, tenaga kerja, dan seterusnya), masing-masing merupakan bagian dari piramida tersebut?? Sebuah struktur kekuasaan dalam beberapa masyarakat-masyarakat boleh mengkombinasikan kedua-duanya. Hanya tidak semua penduduk didunia; masyarakat-masyarakat lain kelihatannya hampir tidak memiliki struktur kekuatan tenaga. Kepemimpinan di dalam masyarakat sebagian besar menurun/jatuh, dan hanya segelintir orang yang memiliki kepentingan sama yang lainnya hanya mementingkan kebutuhan kelompoknya? Masyarakat yang sudah cenderung memiliki kedewasaan politik dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sikap terhadap perencanaan dan pengembangan, atau mempunyai gagasan-gagasan progresif untuk melakukan perubahan??? Pada umumnya pemerintah lokal mempunyai hubungan dengan lembaga pusat, institusi bisnis masyarakat sekitar, dan hubungan dengan pemerintah daerah yang lainnya??? Di mana departemen perencanaan mempunyai peranan yang sangat penting: apakah melibatkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masyarakat didalam membuat suatu kebijkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;secara kritis perlu diperhatikan oleh para ahli perencana. Masyarakat memiliki toleransi yang tinggi untuk memiliki sikap berubah, dan berusaha untuk mencapai kemajuan sosial di suatu masyarakat, kemudian berkacamata kepada masa lampau dapat berfikir positif dalam bersikap terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tantangan-tantangan yang baru. Jika sejumlah kecil orang mengendalikan suatu keputusan-keputusan dari masyarakat yang utama, menuju kepada perencanaan yang tidak selaras dengan itu tujuan adalah hampir dijamin akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membuat frustasi suatu scenario yang telah dibuat. Jika, sebaliknya, banyak kekuasaan tenaga yang dihamburkan, perencana secara politis harus cerdik bisa membaca banyak peluang untuk membentuk persekutuan-persekutuan dan kesatuan-kesatuan di sekitar isu-isu yang spesifik. Singkatnya, kekuasaan politik bisa menggambarkan parameter ketika perencanaa politik sedang berjalan, dan perencana perlu mengetahui sebagian besar tentang parameter-parameter sebelum menerima suatu posisi di dalam masyarakat tertentu. Jika perencana-perencana mengabaikan mereka yang berkuasa”, John Forester menyebutkan dalam bahan tulisannya, "akan meyakinkan mereka menjadi tidak berday. Sebagai alternatif, jika perencana-perencana memahami bagaimana membuat suatu hubungan-hubungan didalam sebuah kekuasaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk membentuk proses perencanaan, mereka dapat memperbaiki mutu analisis mereka dan memberdayakan tindakan warganegara dan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;Agar berjalan efektif dalam sebuah istilah " banyak sekali politik yang kacau balau berkenaan dengan permasalahan kota, "Nurman Krumholz dan John Forester dalam sebuah tulisannya menyebutkan, ahli perencana harus memiliki “kemampuan profesional, menganalisis organisasi dengan kematangan yang tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan bisa mengartikulasikan arti sebuah kekuasaan politik. Di kota Cleveland, ketika Krumholz bertindak sebagai pemimpin untuk merencanakan, dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;suatu dekade, secara politis bisa mengartikulasikan sebuah perencanaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;Tidaklah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;baik membuat suatu keputusan dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kamar tersembunyi. Pernyataan tersebut memiliki makna dengan maksud untuk mengantisipasi dan menetralkan ancaman-ancaman kepada kumpulan masyarakat pada suatu negara. Pernyataan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cleveland memiliki makna &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;suatu visi yang lebih baik, suatu kota akan memiliki sumbangsih yang banyak dan lebih sedikit kemiskinan, kota yang menjadi tempat pusat segala informasi akan tidak ketergantungan terhadap elite politik, kota sebagai tempat perlindungan tidak cukup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya disebut segabai pusat keramaian tetapi mengharuskan adanya pemerataan terhadap daerah lainnya seperti dipenjuru daerah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Secara politis para ahli perencana harus bisa melukiskan dan menentukan agenda-agenda, setiap permasalahan yang ada untuk segera diselesaikan. Hal ini berarti akan sering dijumpai para pegawai departemen Negara dan politikus menghabiskan waktunya untuk memikirkan konflik yang tengah terjadi. Membuat suatu perencanaanh haruslah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berorientasi untuk melayani golongan yang lemah tidak serta merta hanya mencari kekayaan sepertiti ungkapan Cleveland. Negoisasi terhadap stakeholders&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan juga membangun kepercayaan agar reputasi perencaan bisa menjadi akuntabel, kemudian menyediakan bantuan teknis, mengembangkan pencitraan yang kuat kepada media untuk bisa menjaring informasi dan menginformasikan pendapat umum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Secara politis untuk bisa mengartikulasikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak berarti bahwa perencana-perencana harus membela kepentingan politik meraka. Penekaannya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanyalah terhadap kemampuan untuk menggunakan sistem politik secara efektif, untuk menggunakan kecerdasan dalam menjalankan politik, adalah hanya salah satu dari beberapa ketrampilan-ketrampilan yang mendasar bahwa semua ahli perencana yang berkompeten perlu memproses tidak asal-asalan bekerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;UNSUR-UNSUR DARI KECERDASAN POLITIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Sangat ironis bahwa sesuatu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendasar tentang kesuksesan, perencanaan memainkan peranan yang sangat kecil dalam pelatihan, padahal perencanaan memiliki peranan yang sangat vital dimasa depan. Sementara sekolah-sekolah perencanaan milik negara tersebut sangat banyak dijumpai diseluruh penjuru negeri, kebanyakan mereka hanya berfokus terhadap perhatian di metoda-metoda dari analisa, kerangka hukum tentang perencanaan, teori-teori yang berbasis ideologi, macam spesialisasi fungsional (pembangunan ekonomi, transportasi, dan seterusnya), dan praktek-praktek (di mana penekanan itu menerapkan ketrampilan-ketrampilan dan metodologi yang telah diajar) dibandingkan pada teknik-teknik untuk merencanakan secara efektif di dalam suatu sistem politik. Itu adalah keajaiban kecil, lalu, begitu banyak perencana-perencana yang muda masuk gelanggang yang publik dengan kebimbangan dan ragu-ragu untuk bergabung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Praktisi perencanaan Linda L.L. Davis menyebutkan: "Menyelamatkan nyawa gelanggang politis bukanlah sesuatu seperti yang anda pelajari ketika kamu belajar perencanaan disekolah. Anda belajar didalam pekerjaan, kadang-kadang melalui kekeliruan-kekeliruan yang mengerikan tetapi lebih sering orang lain menyaksikan untuk melihat apa dikerjakan oleh mereka dan dengan mengadakan percobaan untuk melihat apa yang sedang anda kerjakan. "Ya" jawab pakar pendidikan Karen S.S. Christensen. Untuk memastikan, pendidik-pendidik perencanaan tidak bisa memastikan bahwa para siswa mereka mempunyai "Naluri; bakat akal" tetapi mereka dapat menemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pola pembelajaran melalui komponen-komponen dari akal. Sementara Davis menekankan sekitar pentingnya pelajaran melalui pengalaman yang sudah tentu memiliki suatu kekuatan, aku lebih simpatik kepada posisi Christensen. Suatu program pendidikan perencanaan bahwa sebagian kecil atau bahkan tidak ada sama sekali tentang perencanaan politik yang harus dipertimbangkan dengan tidak sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Apa saja yant termasuk unsur-unsur yang paling penting dari kecerdasan politis untuk perencanaan yang berkenaan dengan kota? Christensen membuat suatu daftar beberapa di dalam kutipan yang sebelumnya. Suatu daftar yang lebih panjang yang pernah diutarakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Barry Checkoway, yang mendiskusikan sejumlah ketrampilan-ketrampilan melibatkan di dalam strategi politis yaitu: sasaran tujuan, mengidentifikasi isu permasalahan yang sedang muncul, mengembangkan daerah pemilihan, memilih taktik, membangun struktur organisasi, menemukan dan mengembangkan para pemimpin, mendidik publik, hubungan-hubungan pendirian/penetapan kebijakan publik yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, membuat koalisi, dan mempersiapkan terhadap perubahan iklim politik. Dari sumber lain, Guy Benveniste, dalam tulisannya disebutkan secara jelas tentang perencanaan politik, dengan penekanan yang tertentu pada pentingnya ketrampilan-ketrampilan di dalam hubungan kemasyarakatan, bangunan kesatuan, dan negosiasi. Ia menjelaskan sejumlah pengertian yang bermanfaat dalam hal-hal ini (menduplikasi perencana-perencanaan yang pernah ia ikuti, contoh: Direktur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perusahaan internasional dari berbagai negara yang pernah diundang untuk mendisain sistem pendidikan baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Berikut penulis uraikan unsur-unsur dari kecerdasan politik untuk para ahli perencanaan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 111pt; text-align: justify; text-indent: -75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Suatu perencana harus bisa menilai berbagai kemungkinan dan batasan-batasan dari situasi tertentu di dalam berbagai situasi. Kebanyakan kesalahan terjadi karena mereka mengalami ketergesaan dan sifat takut. Ketergesaan yang membebankan di depan (dengan satu aktivitas, proyek, rencana, atau kebijakan) didalam situasi apapun tetapi hanya berharap untuk menang, jelas akan menghilangkan suatu momen penting. Untuk memastikan saat pernah mengalami kegagalan harus dibuat suatu strategi: mencari suatu gagasan untuk didisain kembali, atau mencari dukungan terhadap suatu kelompok; atau untuk membuat dukungan bisa diperlukan di kemudian; atau kerugian itu bisa merupakan suatu awal masuk kedalam suatu rantai dari kejadian atau keputusan-keputusan tersebut sebagai pertanda menuju keberhasilan. Keadaan tergesa-gesa apabila melihat pada kasus-kasus ini, diperlukan tindakan mendasar guna menemukan suatu permasalahan yang sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Sifat alami dari ketakutan merupakan hal yang wajar; takut untuk mulai bertindak, takut gagal dari akibat yang merugikan, di dalam situasi ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kesuksesan adalah suatu kemungkinan yang realistis. Kebanyakan dari kita tidak pernah mau berpikir tentang contoh-contoh dari pelajaran sebelumnya, sering kali ego terhadap kita sendiri. Secara politis untuk memahami perencanaan, penulis menyarankan untuk menghindari kesalahan yang dilakukan dengan sengaja dan memanfaatkan waktu dengan baik. Linda Davis memberikan masukan kepada para ahli perencanaan untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Kenalilah diri anda &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika sedang berkelahi dalam suatu pertempuran apabila mengalami kegagalan. Apapun juga yang keahlian teknis yang anda kerjakan, tak peduli entah itu kuat dan posisi dirimu terus terserang, dan tak peduli bagaimana dengan aktif para warganegara ikut terlibat, bahkan "orang penting", akan kehilangan segalanya. Seperti halnya dalam permainan poker, anda harus mengetahui ketika tanganmu memberhentikan kartu dan ketika melipat kartu. Jika tidak, anda akan segera keluar dari permainan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;(2)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt; Korelasi yang tepat kepada dugaan yang akurat adalah suatu keharusan dari pemilihan waktu yang tepat. Mungkin dengan program tertentu bahwa suatu perencana harus memikirkan langkah cepat apa yang harus dilakukan agar memiliki suatu harapan untuk berhasil, kemungkinan keberhasilan yang lebih baik setelah pemilihan kota yang berikutnya; di dalam anggaran tahun yang berikutnya; setelah melalui serangkaian kegiatan dan proses pendidikan guna membuat warganegara lebih ambisius. Sebaliknya, ini juga sebagai indikator menuju prospek yang lebih baik. kesalahan yang paling umum dijumpai dalam perencanaan ialah permasalahan yang berhubungan dengan pemilihan waktu, lalu, adanya ketidaksabaran yang menyebabkan hilangnya peluang. Perencana-perencana cerdik secara politis mampu menghindari kedua-duanya; mereka bersifat trampil pada penentuan langkah tujuan dan penuh kesabaran unuk menunggu kesempatan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;(-3)&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt; Suatu perencanaan politik harus mempunyai keahlian berkomunikasi secara konsisten. Di kesempatan yang lain aku sering melihat perencanaan yang dipaksakan, mengaikibatkan banyak ditemui gagasan-gagasan menjadi gagal total. Hal ini sebenarnya dapat dihindarkan ketika melakukan sebuah perencanaan, seperti membuat blue print yang jelas. Grafik, berbasis komputer, dan bentuk komunikasi lainnya adalah sama juga penting. Ketika penulis diminta untuk untuk menilai tingkatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kesiapsiagaan yang dihasilkan oleh para lulusan yang terbaru sekolah-sekolah perencanaan milik negara tersebut, praktisi-praktisi yang menggunakan tenaga mereka kerap kali mengeluh tentang ketrampilan-ketrampilan cara komunikasi mereka yang lemah, sebagai imbasnya, banyak sekolah sudah mulai menempatkan penekanan lebih besar dalam hal ini di tahun terakhir untuk mempersiapkan para lulusannya menjadi profesional dalam hal perencanaan. Penekanan yang harus sering dilakukan adalah Strategi umpan balik yang pernah diuraikan di Bab 11 dengan diperlukan intensitas dan komunikasi yang kompeten antara perencana dan mempunyai hubungan dengan masyarat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Perencana yang terpelajar secara politik, menurut Krumholz dan Forester, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Ketahui bagaimana caranya menyajikan fokus analisis ke dalam bahasa yang orang lain dapat mengetahuinya/ memahaminya. Mereka harus mengetahui bahwa mereka harus menyajikan fokus analisis secara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tepat waktu, apapun dari waktu yang tersedia, dan mereka dapat mendapatkan suatu pencerahan. Untuk mengetahui apa yang disajikan terhadap para audience ataupun pendengar yang memegang buku seorang perencana haruslah bersikap baik ketika melakukan sebuah pelatihan. …tentang bagaimana caranya mengajar kepada pendengar tentang isu-isu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penting yang ada. Politik yang cerdas dapat mengartikulasikan perencana-perencana seperti itu kemudian mentransformasikan kepada pendidik-pendidik secara efektif seperti para penyelesai permasalahan atau konsultan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Ahli perencanaan sering melakukan dialog publik atau presentasi di dalam bermacam forum-forum (tatap muka publik, pertemuan-pertemuan dengan komisi-komisi atau komunitas mereka, dan seterusnya) dialog tersebut bertujuan untuk bermacam keperluan seperti; (untuk menginformasikan, melakukan pendekatan, menguraikan alternatif-alternatif, mengerahkan tindakan, memperbaiki terhadap kerusakan yang ada, melatih pola pikir, bahkan menjamu). Suatu perencanaan yang dilakukan menyeluruh akan menciptakan efektivitas di dalam pembentukan keahlian berkomunikasi dari mereka yang secara teratur berbicara permasalahan publik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Beberapa kesalahan umum didalam pola komunikasi lisan dalam perencanaan meliputi yang berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Salah menilai pendengar—terjadinya kesalahpahaman atau ketidakmengertian diantara dua belah pihak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Gagal untuk memiliki tujuan sasaran yang jelas mengenai topik pembicaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Menggunakan terlalu banyak jargon yang tidak dimengerti oleh audience&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Melakukan penyerangan terlebih dahulu, tidak relevan, atau lelucon-lelucon a yang tak perlu [sederhana/datar] (lelucon tepat pada waktunya dapat sangat efektif, tetapi merencanakan lelucon-lelucon sering kali gagal apabila tidak pada tempat pokok pembicaraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Kebingungan-kebingungan kerap kali dijumpai oleh audience apabila yang menyampaikan komunikasi tidak memahami akar permasalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Uraian-uraian data yang terlalu panjang, sehingga cenderung menghilangkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;konsentrasi pendengar yang berakibat pada hilangnya konsentrasi audience&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Salah menggunakan teknik sebagai contoh, membaca seluruh teks bacaan, cara bicara terbata-bata tidak ada seni, kontak mata tidak pernah diperhatikan, gestur/pola tubuh yang kaku, kegelisahan, terlalu sering berbicara pada nada yang datar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Berpakaian terlalu secara formal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.15pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Penggunaan script poin pidato yang akan disampaikan bersifat bermanfaat karena menguraikan poin-poin utama tetapi mestinya tidak berisi teks yang tidak perlu ditulis apabila pembawa pidato bisa menyampaikan untuk pendengar; tidak perlu berisi seluruh point yang kurang penting tetapi cukup point-pointnya saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;materi lainnya yang bisa ditambahkan untuk berbicara pada audience dalam hal presentasi yang posotif; setiap perencana harus banyak melakukan pembicaraan di depan umum guna meyakinkan tindakan mana yang mesti dilakukan dan tindakan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Hal ini bisa dipahami secara wajar, bagaimanapun untuk menggambarkan komunikasi perlu suatu riset data. Kebanyakan perencana-perencana menjadi para pembicara trampil hanya melalui perhatian dan latihan yang konsisten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Beberapa dari poin-poin tersebut (mengetahui apa yang diinginkan pendengar nya, mempunyai sasaran jelas, menghindari jargon dan kesalahan teknis) serta adanya pola komunikasi tertulis saat itu juga. Hal ini tentunya dapat membantu ahli perencana ketika sedang menulis &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;secara teknis atau dokumen yang sah, &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt; peringatan, laporan-laporan (dari bermacam jenis-jenis), dan seterusnya; masing-masing memiliki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tersendiri dan secara politis ahli &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perencana harus bisa menangani semuanya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Penulisan tidak baik bukanlah suatu perihal yang tidak penting. Kesalahan yang berlebihan, pada hakekatnya, membuat pola statis di dalam sistem masyarakat-masyarakat, dan ketika permasalahan statis itu tidak bisa cepat diselasaikan kepada akan terjadi kesalahan dalam pengiriman/ mendengar pesan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Masing-masing perencana harus realistis di dalam memprediksi ketrampilan penulisan sesuai tingkatan nya. Jika tingkatan ini meragukan, itu adalah jauh lebih baik untuk bersandar kepada sumber yang lain sehingga tidak hanya asal-asalan dalam mengeluarkan isu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Bekerja dengan media merupakan aspek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lainnya untuk membuat komunikasi yang efektif. Menyiapkan keterangan untuk diberikan kepada orang lain, mengetahui bagaimana caranya menerjemahkan gagasan-gagasan penting ke dalam televisi, bagaimana memelihara hubungan-hubungan kerja baik yang baik dengan para reporter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;(4) Ahli perencana harus bisa melakukan negosiasi secara efektif. Nigel Taylor mencatat bahwa perencana-perencana harus mampu mengidentifikasi, dan menetapkan komunikasi dengan "para aktor" dari lokal daerah, pada gilirannya gagasan-gagasan perencana itu mempunyai maksud untuk diterapkan kembali. Karena itu para aktor secara umum mempunyai agenda-agenda mereka sendiri, bagaimanapun agenda-agenda mereka tidak akan selalu bersamaan sesuai apa yang telah direncanakan. Lebih dari itu, seperti yang dibahas di Bab 9, perencana bisa menjembatani untuk menengahi antara dua atau lebih kelompok-kelompok lainnya apabila menjumpai agenda berbeda guna menciptakan visi yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;(-5)&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt; Namun unsur politis yang cerdas adalah kemampuan untuk membuat dan menggunakan hubungan kekuasaan masyarakat di dalam mengejar hasil-hasil yang diinginkan. Ini berarti menjelaskan bagaimana caranya mengetahui untuk membuat suatu hubungan dengan lingkungan sosial, mengerahkan dukungan, pola komunikasi yang tidak bertentangan dengan lawan politik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan melakukan pendekatan terhadap organisasi-organisasi masyarakat lainnya sesuai dengan nilai yang berlaku. Setiap masyarakat mempunyai bermacam kepentingan publik yang cukup besar atau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jika memiliki "pemerintah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang baik" dapat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menggolongkan sasaran yang tepat,seiring bersamaan dengan mereka yang berasal dari departemen perencanaan lokal, namun perencana-perencana jarang membentuk persekutuan-persekutuan dengan organisasi-organisasi ini. Perencana-perencana mungkin memperkirakan secara politis akan berdampak berbahaya? Hal ini menunjukan lemahnya pembentukan hubungan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terbuka dengan organisasi-organisasi di luar pemerintah. Peter Marris, dalam sebuah tulisannya pada tahun 1994: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;"Di satu waktu pemerintahan akan mengalami kegalauan, kekacauan ekonomi berkenaan dengan hiruk pikuk permasalahan kota ditemuinya pengabaian pemerintah pusat dan ketidakberpihakan politik, penulis berpendpat bahwa tindakah tersebut sangatlah bertentangan dengan konstituen yang ada, padahal seharusnya mereka membangun elemen-elemen yang memperkuat ketahanan nasional dan mencari solusi-solusi guna menyelesaikan suatu persolan yang tengah dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="FI"&gt;Ini berlaku juga bagi hubungan-hubungan politis dimana setiap agen perencanaan atau diri sendiri kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Berkaca terhadap permasalahan tersebut dalam suatu studi kasus sebuah perencanaan di sebuah kota metropolitan Rio de janeiro, Brazil. Linda Gondim menyimpulkan bahwa efektifitas perencanaan "tergantung terhadap kemampuan untuk mengerahkan dukungan dari pejabat-pejabat tertinggi, yang mengendalikan sumber daya, dan 'peran-peran politis. Sebahagian terbesar dari perencana-perencana di dalam studinya dalam praktek perencanaan masih dikontrol oleh para birokrasi hal ini seharusnya bisa terhindarkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Mereka merasa diri mereka sebagai teknokrat-teknokrat, sistem politik yang dipandang. "Penolakan untuk berhubungan dengan kekuasaan birokrasi di dalam kenyataan yang sehari-hari dalam hal perencanaa organisasi, "dia menyimpulkan, "itu merupakan salah satu faktor penyebab kegagalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;(6)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Perencanaan politik yang cerdas harus mempunyai suatu sistim yang dibangun dengan baik dan mempunyai arah dalam menjalankan aktifitasnya. Keterlibatan politis tanpa nilai-nilai adalah hal yang tidak mungkin, sama istilahnya seperti melayani diri sendiri ketika hanya terpaku pada individualis dan tidak bertindak sebagai makhluk sosial. Mereka yang melibatkan sistem politik tanpa bimbingan nilai-nilai profesional cenderung untuk memandang kekuasaan sebagai keberakhiran dalam dirinya. Perencana yang mencari kekuasaan semata-mata sebagai alat kepuasan pribadi lebih tepat disebut sebagai kemunduran dari perencanaan politik yang cerdas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;(7)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt; Pada akhirnya, perencanaan politik yang cerdas perlu menguasai dan memahami visi dari masyarakat itu sendiri yang berguna untuk masa depan. Seluruh konsep politik yang cerdas akan membuat suatu keadilan didalam masyarakat. Topik ini adalah cukup penting untuk digabungkan pada bab-bab berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Sebagai bahan ringkasan, penulis mengusulkan bahwa perencanaan politik yang cerdas meliputi (1) mampu membuat suatu penilaian yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;layak dan akurat atas berbagai kemungkinan dan batasan-batasan dari situasi tertentu; ( 2) mempunyai kepekaan terhadap waktu; (3) mempunyai keahlian berkomunikasi secara terkemuka; (4) mampu melakukan negoisasi secara efektif; (5) mengetahui bagaimana caranya membina suatu hubungan dalam kekuasaan masyarakat; (6) berpedoman kepada suatu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nilai-nilai profesional;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan (7) mengetahui suatu visi ketika memimpin suatu masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;(RUDY FITRIAWAN, S.IP,M.SI)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 70.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2105290809774803913-1864313895930890952?l=masendung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/1864313895930890952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2105290809774803913&amp;postID=1864313895930890952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/1864313895930890952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/1864313895930890952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/2008/12/translete-chapter-13-teori-perencanaan.html' title='TRANSLETE CHAPTER 13 TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN'/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913.post-8964771365436814926</id><published>2008-12-23T17:22:00.001-08:00</published><updated>2008-12-23T17:54:35.570-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;UAS SEMESTER GANJIL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JURUSAN ADM.NEGARA  - FISIP UNPAD 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Mata Kuliah            : Manajemen Perkantoran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Semester/ Jurusan        :         /Administrasi Negara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Tanggal            :        (lihat pada pelaksanaan waktu ujian di kartu peserta)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Waktu                :    Dikumpulkan pada saat jadwal UAS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Sifat Ujian            :    Dibawa kerumah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Dosen                :    RUDY FITRIAWAN, S.IP.,M.SI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Kerjakan Setiap Soal Secara Berurutan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;1.Tidak Diperkenankan menggunakan TIP-EX&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;2. Dikerjakan Di polio Bergaris tidak ada cap Unpad tidak menjadi masalah beli masing-masing di toko terdekat/ bagi yang mengerjakan di HVS/A4 tidak akan diperiksa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;3. Informasi kurang jelas bisa Telepon Pa Rudy NON SMS moal Dibales WKWKWKW (+622276222537)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;Soal:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;1. Jelaskan Pendapat saudara tentang pengaruh korespondensi terhadap efektifitas organisasi!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;2.Jelaskan pendapat saudara tentang pengaruh kearsipan terhadap pengambilan keputusan!&lt;br /&gt;3.Jelaskan pendapat saudara tentang pengaruh Prosedur Kerja terhadap penyelesaian tugas!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;4.Jelaskan pendapat saudara tentang pengaruh formulir terhadap keakuratan data atau informasi untuk organisasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2105290809774803913-8964771365436814926?l=masendung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/8964771365436814926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2105290809774803913&amp;postID=8964771365436814926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/8964771365436814926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/8964771365436814926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/2008/12/uas-semester-ganjil-jurusan-adm.html' title=''/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913.post-50183484848703599</id><published>2008-12-22T01:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T01:59:10.356-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TEORI  PERENCANAAN PEMBANGUNAN'/><title type='text'>Post-Bureaucratic Paradigm : Suatu Rekonstruksi Birokrasi Masa Depan </title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMASEND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMASEND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMASEND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:421806529; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2104867044 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.25in; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kemajuan suatu Negara sangat bergantung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada kemajuan birokrasi pemerintahan dan aparaturnya yang mampu mengelola tata pemerintahan secara efisien. Kini, di tengah pergeseran masyarakat industri menuju masyarakat informasi, bukan saja struktur dan proses bisnis yang didesain ulang, tapi kultur birokrasi pun disesuaikan pengelolaannya. Birokrasi itu dikelola sebaik organisasi bisnis &lt;i style=""&gt;(bussiness&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;style&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saat ini kemajuan suatu bangsa dipicu oleh pergeseran-pergeseran. Menurut Naisbitt dan Aburdene (2002), kemajuan ditandai dengan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pergeseran dari teknologi yang menggunakan banyak tenaga manusia menjadi teknologi tinggi dan teknologi tekan tombol &lt;i style=""&gt;(high tech and high touch)&lt;/i&gt; .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pergeseran dari ekonomi nasional menjadi ekonomi global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pergeseran dari perencanaan jangka pendek ke jangka panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pergeseran dari organisasi yang bersifat sentralisasi ke organisasi yang bersifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;desentralisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kondisi tersebut telah memaksa birokrasi pemerintahan memiliki tingkat kinerja sebagus organisasi bisnis yang indikatornya adalah 3E (&lt;i style=""&gt;Economy, Efficiency, &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;Effectiveness&lt;/i&gt; ). Untuk maksud itulah, banyak organisasi birokrasi berlomba-lomba mengurangi fungsi-fungsi pemerintahannya, antara lain melalui privatisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adanya pergeseran paradigma dalam mengelola pemerintahan ini memaksa adanya perubahan dalam &lt;i style=""&gt;style&lt;/i&gt; birokrasi, yang dulu lebih vertikal-hierarkis, kini dikembangkan menjadi struktur organisasi mendatar dan fungsional, dengan mengembangkan jejaring kerja (&lt;i style=""&gt;networking&lt;/i&gt; ). Bahkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kerja organisasi yang cenderung kaku sekarang kelihatan lebih fleksibel akomodatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Birokrasi pemerintahan tidak lagi rakus menangani berbagai urusan pemerintahan. Ia juga menyadari bahwa tidak mungkin mengatasi berbagai persoalan bangsa hanya dikelola oleh birokrasi pemerintah. Ia harus memberdayakan rakyatnya dan mendorong sektor usaha untuk berperan maksimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sekarang birokrasi pemerintah terasa ringan karena masyarakat telah pandai mengelola urusannya dan memenuhi kebutuhannya. Dunia usaha pun bias bermitra dengan pemerintah, bahkan mampu menyediakan barang dan jasa serta barang-barang publik tanpa dukungan pemerintah sama sekali. Namun untuk memproteksi konsumen, masih tetap diperlukan regulasi pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengan demikian, birokrasi di masa depan tidak perlu bekerja keras mengelola semua urusan pemerintahan guna memenuhi dan menyediakan segala apa yang menjadi kebutuhan warganya, apalagi di tengah keterbatasan sumber daya dan sumber dana, birokrasi pemerintah tidak selalu memonopoli berbagai urusan pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kondisi demikian memaksa birokrasi pemerintah mereposisi peran sentralnya, yang di masa sekarang harus ada &lt;i style=""&gt;role sharing &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan berbagi beban serta tanggung jawab dengan warga dan dunia usaha. Ia cukup bertindak sebagai regulator dan fasilitator. Bukankah mengayuh (&lt;i style=""&gt;rowing &lt;/i&gt;) lebih capai dan mengeluarkan energi yang lebih banyak daripada menyetir ( &lt;i style=""&gt;steering &lt;/i&gt;) ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika demikian halnya, birokrasi masa depan tidak lagi semata-mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya melaksanakan tugas-tugas pemenuhan akan barang-barang public (&lt;i style=""&gt; pubic goods &lt;/i&gt;), tetapi melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dorongan dan motivasi bagi bertumbuhnya dan berperannya masyarakat dan dunia usaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bila pendekatan tersebut digunakan dalam praktek pengelolaan birokrasi pemerintah, maka efesiensi pembiayaan akan tercapai dan produktivitas birokrasi pemerintahan akan semakin terukur. Mengacu kepada tantangan masa depan yang dihadapi birokrasi pemerintah, kita harus segera merekonstruksi struktur dan kultur birokrasi dengan melakukan berbagai penataan terhadap kelembagaan pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah, bahkan bila perlu sampai ke kelurahan dan desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Salah satu ciri birokrasi modern antara lain terlihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari struktur organisasinya yang ramping, efektif dan efisien, serta mampu membedakan tugas mana yang masih perlu ditangani birokrasi dan mana yang sudah dapat diserahkan kepada masyarakat. Dengan demikian, segala urusan pemerintahan itu tidak seharusnya dimonopoli oleh birokrasi pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kondisi inilah yang oleh Barzelay (1992) disebut sebagai &lt;i style=""&gt;post-bureaucratic paradigm &lt;/i&gt;, yang secara operasional lebih menitikberatkan kepada misi, pelayanan, dan hasil akhir ( &lt;i style=""&gt;outcome &lt;/i&gt;), menekankan pemberian nilai kepada masyarakat dan membangun akuntabilitas serta memperkuat hubungan kerja. Dengan demikian, birokrasi masa depan itu tidak hanya menekankan kepentingan publik, efesiensi, kontrol, fungsi, otoritas, serta struktur, melainkan lebih menekankan terhadap norma-norma, memperluas pilihan pelanggan, mendorong kegiatan kolektif, memberikan insentif, dan mengukur serta menganalisis hasil, juga memperkaya umpan balik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Birokrasi pemerintah di masa depan harus pula diimbangi dengan penyempurnaan system dan prosedur kerja. Hal itu dicirikan sebagai sebuah organisasi yang modern yang cepat, tepat, akurat dengan mempertahankan kualitas, biaya, dan ketepatan waktu dalam menghasilkan produk-produk pelayanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jadi, birokrasi yang modern, meminjam istilah Kristiadi (1994), tidak lagi berpikir bagaimana membelanjakan dana yang tersedia dalam APBN / APBD, tapi bagaimana membelanjakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anggaran yang terbatas dengan seefisien mungkin dan manfaat apa yang akan diperoleh dari hasil pembelanjaan tersebut ( &lt;i style=""&gt;cost and benefit &lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Untuk menjawab itu semua, tampaknya selain harus ada reorientasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;struktur pemerintahan dari vertikal ke horizontal atau mengubah struktur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“tall “ menjadi struktur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ flat “, juga lebih banyak melimpahkan wewenang kepada level pemerintahan yang lebih dekat jangkauannya dengan rakyat yang dalam konsep otonomi sekarang disebut terdesentralisasikan. Ini yang akan membuat pemerintah lebih aspiratif dan akomodatif serta keputusannya bisa dilaksanakan secara lebih cepat dan lebih tepat, dan juga akan membuat pemerintah lebih dekat dengan rakyat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Dr. Edi Siswadi MSi. )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2105290809774803913-50183484848703599?l=masendung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/50183484848703599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2105290809774803913&amp;postID=50183484848703599' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/50183484848703599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/50183484848703599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/2008/12/post-bureaucratic-paradigm-suatu.html' title='Post-Bureaucratic Paradigm : Suatu Rekonstruksi Birokrasi Masa Depan '/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2105290809774803913.post-2399736940129153865</id><published>2008-04-22T07:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T06:40:27.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><title type='text'>KERIPIK OLEH-OLEH KHAS PRIANGAN JAWA BARAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Oc65Yx_3DrY/SL6Ti0ZoMCI/AAAAAAAAAA4/kJWi5W6iOaI/s1600-h/New+Picture.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Oc65Yx_3DrY/SL6Ti0ZoMCI/AAAAAAAAAA4/kJWi5W6iOaI/s320/New+Picture.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241789242696806434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2105290809774803913-2399736940129153865?l=masendung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masendung.blogspot.com/feeds/2399736940129153865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2105290809774803913&amp;postID=2399736940129153865' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/2399736940129153865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2105290809774803913/posts/default/2399736940129153865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masendung.blogspot.com/2008/04/latihan.html' title='KERIPIK OLEH-OLEH KHAS PRIANGAN JAWA BARAT'/><author><name>Mas endung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11622870888836440985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://bp1.blogger.com/_Oc65Yx_3DrY/SF5V0iHrvQI/AAAAAAAAAAM/x6uNExA6_zc/S220/Praying.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Oc65Yx_3DrY/SL6Ti0ZoMCI/AAAAAAAAAA4/kJWi5W6iOaI/s72-c/New+Picture.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
